Selasa, 18 September 2012

DEFINISI BATIK


Batik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas



Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itubatik bisa mengacu
pada dua hal.  Yang  pertama    adalah  teknik   pewarnaan kaindengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagiandari kain.     Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagaiwax-resist dyeing. Pengertiankedua adalah kain atau busana
yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk    penggunaan   motif-motiftertentu yang
memiliki kekhasan.   Batik Indonesia,  sebagai   keseluruhan teknik,teknologi,     serta
pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai
 Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi
 (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity)
 sejak 2 Oktober2009.




Etimologi

Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa : "amba"yang
 bermakna"menulis" dan "titik" yang bermakna "titik".

Sejarah Teknik Batik

Seni pewarnaan kain dengan teknik   perintang  pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik 
ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus 
mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa
 batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan 
Jepangsemasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal 
Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal. Di Indonesia, batik
 dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir
 abad XVIII atau awal abad XIX.  Batik  yang  dihasilkan   ialah  semuanya batik tulis 
sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia Iatau sekitar
 tahun 1920-an.    Seni pewarnaan kain dengan teknik perintang pewarnaan 
menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir
 menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan 
diketemukannya kain pembungkus mumi
Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa,  kehadiran  batik  di  Jawa sendiri
tidaklah tercatat. G.P.    Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik inikemungkinan 
diperkenalkan dariIndia atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. Di sisi lain,
 J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia)  percaya  
bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti TorajaFloresHalmaheradan Papua.
 Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme 
tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.G.P. Rouffaer juga melaporkan 
bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di KediriJawa Timur. Dia 
menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat
 cantingsehingga ia berpendapat bahwacanting ditemukan di Jawa pada masa 
sekitar itu. Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita,
 arca dewi kebijaksanaan buddhis dariJawa Timur abad ke-13. Detil pakaian menampilkan 
pola sulur tumbuhan     dan  Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, 
Sulalatus Salatin menceritakanLaksamanaHang Nadim yang diperintahkan oleh
 Sultan Mahmud untuk  berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah 
dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi 
perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam 
perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang 
Sultan kecewa.Oleh beberapa penafsir,who? serasah itu ditafsirkan sebagai batik.
Dalam  literatur  Eropa,  teknik batik ini  pertama   kali  diceritakan    dalam buku
 History of Java (London, 1817)  tulisan Sir Thomas Stamford Raffles.    Ia  pernah
 menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873
seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang
diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada
awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu
dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau
publikdan seniman.Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik
otomatisasi,batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak,
sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan
canting danmalam disebut batik tulis. Hugh Clifford merekam industri di Pekan tahun
1895 bagimenghasilkan batik, kain pelangi, dan kain telepok.


Gambar Canting


   
Tekstil batik dari Niya (Cekungan Tarim), Tiongkok  


 
 Detail ukiran kain yang dikenakanPrajnaparamita
arca yang berasal dari Jawa Timur abad ke-13. 
Ukiran pola lingkaran dipenuhi kembang dan sulur 
tanaman yang  rumit ini mirip dengan pola batik 
tradisional Jawa





Budaya Batik

Pahlawan wanita R.A. Kartini dan suaminya memakai rok batik. Batik motif parang yang dipakai Kartini adalah pola untuk para bangsawan
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai
 seni tinggi dan telah menjadi bagian  dari
 budaya Indonesia (khususnya Jawa)
sejak lama. Perempuan-perempuan  Jawa
 pada masa lampau menjadikan
keterampilan mereka dalam membatik
sebagai mata pencaharian, sehingga pada
 masa lalu pekerjaan membatik adalah
 pekerjaan   eksklusif perempuan   sampai
ditemukannya "Batik Cap" yang
memungkinkan masuknya laki-laki ke
dalam bidang ini. Ada beberapa
pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik
pesisir yang memiliki garis maskulin
seperti yang bisa dilihat pada corak
 "Mega Mendung", dimana di beberapa
 daerah pesisir pekerjaan membatik adalah
lazim bagi kaum lelaki.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang
 kala suatu motif dapat dikenali berasal  dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik
dapat menunjukkan status seseorang.   Bahkan  sampai saat ini,  beberapa  motif batik
tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Corak Batik
Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik 
memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai 
oleh kalangan tertentu.  Namun  batik  pesisir  menyerap berbagai pengaruh luar, seperti
para  pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti 
merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix.       Bangsa
penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak 
bebungaan yang sebelumnya tidak  dikenal  (seperti bunga tulip)  dan  juga benda-benda
yang  dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna 
kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya,
dan masih  dipakai  dalam  upacara-upacara adat,          biasanya masing-masing corak 
memiliki perlambangan masing-masing.
        
Batik Cirebon bermotif mahluk laut             Batik dipakai untuk membungkus seluruh tubuh 
                                                                                    oleh penari Tari Bedhoyo Ketawang
                                                                                    di keraton jawa.




Cara Pembuatan
Semula batik dibuat di atas bahan dengan  warna  putih yang terbuat dari kapas yang
 dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas  bahan lain seperti sutera,
poliesterrayon dan bahan sintetis lainnya.  Motif batik     dibentuk dengan cairan lilin
dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas
 untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain
 yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan,
biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif
lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain
yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

Jenis Batik

Menurut Teknik
  • Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan  corak batik menggunakan
  • Pembuatan batik jenis ini memakan waktu 2-3 bulan.
  • Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk 
  • dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini 
  • membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
  • Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain 
  • putih.

Menurut Asal Pembuatan
Batik Jawa
batik Jawa adalah sebuah warisan  kesenian  budaya   orang    Indonesia, khususnya
daerah Jawa yang  dikuasai  orang  Jawa  dari turun temurun. Batik Jawa mempunyai
motif-motif yang berbeda-beda.  Perbedaan  motif  ini biasa  terjadi  dikarnakan  motif-
motif itu mempunyai makna,  maksudnya  bukan  hanya  sebuah gambar akan tetapi
 mengandung makna yang mereka dapat dari leluhur mereka,  yaitu penganut agama
animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha.  Batik  jawa banyak  berkembang   di
daerah Solo atau yang biasa disebut dengan batik Solo.


Pembuatan batik cap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar